Lintastimur.com - MUARO JAMBI - Tingginya intensitas musibah kebakaran yang melanda kawasan Jambi Luar Kota (Jaluko), khususnya di daerah Seberang Jaluko, memicu keprihatinan mendalam dari berbagai kalangan. Kondisi ini mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah antisipatif demi melindungi keselamatan warga dan harta benda mereka.
Ketua Gerakan Mahasiswa Muaro Jambi (GEMA MUJA), Zebri Aryan, secara tegas meminta kepada Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi beserta jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk segera mengusulkan dan merealisasikan pembangunan Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) di wilayah Seberang Jaluko.
Menurut Zebri, urgensi pembangunan pos damkar ini sudah sangat mendesak. Selama ini, pos damkar induk yang melayani wilayah tersebut berada di kawasan Pijoan, yang jaraknya dinilai sangat jauh dari daerah Seberang Jaluko.
"Akibat jarak yang terlampau jauh, apabila terjadi musibah kebakaran di Seberang Jaluko, bantuan armada dan petugas damkar sangat lambat tiba di lokasi. Hal ini membuat api kadung membesar dan menimbulkan kerugian material yang jauh lebih besar bagi masyarakat," ujar Zebri.
Kepadatan Penduduk Jadi Alasan UtamaBerdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk di Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, telah mencapai sekitar 70.632 jiwa.
Dengan angka kepadatan penduduk yang cukup tinggi tersebut, risiko terjadinya korsleting listrik maupun faktor pemicu kebakaran lainnya juga semakin besar. Keberadaan pos damkar mandiri di kawasan seberang dinilai mutlak diperlukan guna meminimalisir risiko kerugian yang lebih parah di masa mendatang.
GEMA MUJA berharap aspirasi ini dapat segera masuk dalam skala prioritas pembangunan daerah, mengingat perlunya pelayanan publik yang cepat dan tanggap dalam hal penanggulangan bencana kebakaran di Kabupaten Muaro Jambi.(Redaksi)



















Social Plugin