Iklan Hari lahir Pancasila

 


Muaro Jambi Berjaya! Dua Budaya Lokal Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

 

 


MUARO JAMBI_lintastimur.com – Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional dalam bidang kebudayaan. Kabupaten yang kaya akan nilai historis ini berhasil meraih dua penghargaan sertifikat Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jambi, Al Haris, kepada Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi dalam rangkaian acara Malam Keagungan Melayu 2026 bertajuk "Kalavibhaga: Sang Kala Jejak Melayu Jambi dan Gerakan Jambi Berpantun". Acara ini digelar di Taman Mini Budaya, Kota Jambi, Selasa (06/01/2026), bertepatan dengan perayaan HUT Provinsi Jambi ke-69.

Dua aset budaya asal Kabupaten Muaro Jambi yang resmi ditetapkan sebagai WBTB nasional tahun ini adalah:

  1. Lukah Gilo dari Desa Baru.

  2. Tonel dari Desa Tebat Patah.

Penetapan ini merupakan pengakuan resmi negara atas kekayaan intelektual dan tradisi luhur yang dijaga secara turun-temurun oleh masyarakat di Bumi Sailun Salimbai.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi dalam melakukan inventarisasi dan pelestarian adat istiadat di tingkat desa. Penyerahan sertifikat ini disambut dengan rasa syukur sebagai kado istimewa bagi masyarakat Muaro Jambi di hari jadi Provinsi Jambi.

"Ini adalah bentuk penghormatan bagi para leluhur dan kerja keras para penggiat budaya kita di desa. Dengan sertifikasi ini, Lukah Gilo dan Tonel kini memiliki legalitas hukum sebagai kekayaan budaya Indonesia yang harus terus kita jaga dan kembangkan," ungkap perwakilan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi di lokasi acara.

Acara "Kalavibhaga" sendiri berlangsung megah dengan menampilkan berbagai pertunjukan seni yang menggambarkan perjalanan panjang sejarah Melayu Jambi. Kehadiran tokoh-tokoh penting dan pegiat seni se-Provinsi Jambi menambah kemeriahan suasana malam puncak yang mengedepankan nilai-nilai tradisional di tengah modernisasi.

Dengan bertambahnya dua sertifikat WBTB ini, Kabupaten Muaro Jambi semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat pelestarian budaya Melayu di Provinsi Jambi. Prestasi ini diharapkan dapat memotivasi desa-desa lain untuk terus menggali dan menjaga potensi budaya lokal agar tidak punah tertelan zaman. (R.A)


Terkini