Lintastimur.com - MUAROJAMBI - Pembangunan fasilitas sumur Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) program dari Kementerian PUPR melalui Wilayah Sungai Sumatra IV yang berlokasi di Desa Talang Duku, Kecamatan Taman Rajo, Kabupaten Muaro Jambi, menuai kekecewaan mendalam dari warga setempat.
Proyek yang dikerjakan pada tahun 2025 dengan anggaran mencapai ratusan juta rupiah ini sedianya dirancang untuk memenuhi kebutuhan air bersih serta mengairi areal persawahan warga.
Kehadiran program tersebut mulanya diharapkan menjadi solusi strategis guna mengantisipasi ancaman kekeringan saat musim kemarau panjang melanda wilayah tersebut.
Warga Kecewa Air Belum Pernah Mengalir Selama Hampir Setahun Namun, harapan masyarakat pemilik sawah kini pupus. Salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa sejak selesai dibangun hingga saat ini—yang sudah berjalan hampir satu tahun—air dari sumur JIAT tersebut tidak pernah mengalir sama sekali ke area persawahan mereka.
Anggaran Besar Proyek menelan dana ratusan juta rupiah dari anggaran pemerintah pusat (PUPR).Tanpa Hasil Selama hampir satu tahun, warga tidak pernah melihat air mengalir untuk mengairi sawah.Kehilangan Rasa Memiliki Warga merasa kecewa karena infrastruktur yang dibangun tidak memberikan manfaat nyata bagi hajat hidup mereka.
Melihat kondisi tersebut, para petani dan pemilik petak sawah di Desa Talang Duku mendesak pihak Kementerian PUPR maupun balai terkait untuk segera turun tangan meninjau langsung lokasi proyek.
Warga mempertanyakan efektivitas dan transparansi pembangunan sumur JIAT tersebut. Mereka berharap ada evaluasi menyeluruh untuk mengetahui kendala teknis atau penyebab pasti mengapa fasilitas vital tersebut tidak dapat difungsikan sebagaimana mestinya.
"Jadi untuk apa dibangun kalau cuma tidak dapat kami gunakan? Kami berharap pihak PUPR mau turun langsung cek lokasi, apa kendala sebenarnya sehingga sumur ini tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat," ujar perwakilan warga.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat setempat masih menunggu tindak lanjut serta kejelasan dari pihak berwenang terkait nasib sumur JIAT yang menjadi harapan pengairan sawah mereka. (Yadi)




















Social Plugin